Minggu, 28 Juni 2009

proses pembuatan kanopi

Proses pembuatan prototipe kanopi

1. Master molding

pembentukan




penghalusan






finishing




2. Molding

pencetakan molding








pemberian jig







3. Produk
Langkah-langkah pembuatan produk :
1. Pembersihan dan pemberian anti rekat pada cetakan
2. Pemberian gelcoat sebagai lapisan pertama
3. Pemberian campuran resin,talk,katalis dan serat gelas pada cetakan
4. Tahapan pengeringan
5. Pelepasan produk dari molding
6. Finishing


Kajian Teori Komposit
Material komposit terdiri lebih dari satu tipe material dan dirancang untuk mendapatkan kombinasi karakteristik terbaik dari setiap komponen penyusunnya. Pada dasarnya, komposit dapat didefinisikan sebagai campuran makroskopik dari serat dan matriks. Serat merupakan material yang (umumnya) jauh lebih kuat dari matriks dan berfungsi memberikan kekuatan tarik. Sedangkan matriks berfungsi untuk melindungi serat dari efek lingkungan dan kerusakan akibat benturan.
Karakter komposit sangat kuat dipengaruhi oleh karakteristik penyusunnya, distribusinya, dan interaksinya. Lebih specifik, dia juga dipengaruhi oleh geometri dari penguatnya (reinforcement), dimana geometri itu berarti bentuknya, ukuran, dan distribusi ukurannya. Semua hal tersebut kemudian dikembangkan untuk menaikkan / mendapatkan / membuat karakteristik mekanikanya seperti kekuatan, kekakuan, ketangguhan, performa terhadap panas.

* Penguat (Fiberglass)
Serat kaca (glass fiber) atau sering diterjemahkan sebagai serat gelas terbuat dari serabut kaca/gelas yang digunakan sebagai penguat (reinforce). Serat kaca adalah kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0,005 mm – 0,01 mm. ( http:// www.wikipedia.com/fiberglass ).
Kekuatan tarik maksimal dari satu serat kaca dengan diameter 9 – 15 micrometer mencapai 3.447.000 kN/m. Serat ini dapat dipintal menjadi benang, baik dalam bentuk acak (matt)(a) maupun anyam (roving)(b) seperti ditunjukkan pada gambar. Dengan adanya bentuk acak (matt) maupun anyam (roving) dapat digunakan untuk memberikan pilihan menentukan kualitas hasil produk komposit sesuai yang diinginkan. GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) merupakan contoh material komposit berpenguat serat gelas.
Penggunaan yang paling populer memang untuk membuat komponen bodi kendaraan. Selain anti karat, juga lebih tahan benturan, mudah dibentuk, bila rusak akan lebih mudah diperbaiki, dan lebih ringan. (“Pemahaman Dasar Tentang Bahan Baku Pembuat Fiberglass”, http://www.endofiberglass.com).

* Matrik
Pengikat atau matrik yang dipakai dari jenis polyster resin. Resin ini dapat membeku dengan bantuan katalis, secara alami resin ini dapat mengeras dengan proses yang lama. Resin SHCP (Singapore High polymer Chemical Produk) merupakan salah satu jenis resin yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembentuk komposit GFRP. Material komposit GFRP sendiri termasuk dalam kategori polimer termoseting. Apabila material komposit dipanaskan maka tidak akan mencair dan mengalir, akan tetapi terbakar dan menjadi arang (Surdia, T., dan Saito, S., 1999).

Metoda dan Teknik Pembuatan Produk Material Komposit.
Sifat akhir dari material komposit tidak hanya ditentukan dari sifat-sifat resin maupun serat. Akan tetapi bagaimana material komposit tersebut diproses menjadi suatu komponen juga menentukan sifat dan karakteristik dari produk tersebut.

* Metoda Pembuatan Produk

1. Pencetakan Semprot (Spray Lay-Up) ialah, metoda pembuatan produk berbahan komposit menggunakan alat penyemprot udara bertekanan tinggi (sprayer) yang berisi campuran matrik (resin), pengeras (katalis) dan fiber. Campuran tersebut disemprotkan secara lapisan demi lapisan dan seragam.
Keuntungan : piranti semprot portable, laju produksi lebih cepat, biaya pekerja untuk volume besar lebih murah.
Kerugian : keseragaman gayut tergantung keterampilan, tak ekonomis untuk volume kecil, untuk cetakan kecil sukar seragam.

2. Pencetakan tangan (Hand Lay-Up) ialah, metoda pembuatan produk material komposit menggunakan tangan dengan bantuan kuas atau rol dalam pengolesan matrik (resin) dan pengeras (katalis). Lapis-berlapis penguat ditata pada cetakan dan dituangkan polimer.
Keuntungan : teknik sederhana, biaya lebih murah dibanding spray lay-up, dapat dibuat bentuk rumit, ukuran cetakan tak terbatas oleh proses.
Kerugian : biaya tenaga kerja lebih mahal dan laju produksi lebih lambat dibandingkan spray lay-up, mutu tergantung keterampilan.

Pada umumnya tahapan pembuatan produk material komposit dengan kedua metoda ini adalah sama, yang berbeda hanyalah cara pengolesan matriknya (resin). Terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) pembersihan dan pemberian pelicin(release agent) (2) pemberian Gel coat (pigmen warna) sebagai permukaan luar panel komposit yang dihasilkan (3) pemberian resin dan penguat (fiberglass) (4) proses pengeringan; (5) proses pelepasan panel komposit dari cetakan.

* Teknik Pembuatan Produk
Terdapat dua teknik dalam pembuatan komponen menggunakan material komposit GFRP yaitu, moldless dan molded. Moldless adalah teknik pembuatan produk berbahan komposit tanpa menggunakan cetakan (mold). Teknik ini dilakukan dengan cara membentuk komponen secara langsung menjadi bentuk yang diinginkan, kemudian dilaminasi dan diberi bahan penguat (reinforcement) untuk menghasilkan produk.
Teknik molded menggunakan cetakan (mold) dalam pembuatan komponen komposit GFRP. Langkah pertama yaitu pembuatan master mold, selanjutnya pembuatan mold dengan cara melaminasi master mold mengikuti bentuk master mold, dari mold yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mencetak produk (Alexander, 1997). Berikut adalah gambar yang menunjukkan pembuatan produk menggunakan material komposit dengan teknik Moldless dan Molded.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar